Jakarta - Keputusan mengejutkan datang dari PT Ford Motor Indonesia. Ford mengumumkan untuk menutup kegiatan mereka di tanah air.
Hal itu diumumkan Ford di situs resmi mereka, www.ford.co.id. Ford memutuskan mundur dari seluruh operasi mereka di Indonesia.
"Hari ini kami telah mengumumkan keputusan bisnis yang sulit untuk mundur dari seluruh operasi kami di Indonesia pada paruh kedua tahun ini. Hal ini termasuk menutup dealership Ford dan menghentikan penjualan dan impor resmi semua kendaraan Ford," ujar Managing Director PT Ford Motor Indonesia, Bagus Susanto.
Padahal Ford sudah melanglang buana di Indonesia sejak tahun 2002. Jadi sangat disayangkan jika si Blue Oval itu mundur di Indonesia.
"Kami ingin memastikan bahwa Anda dapat terus mengunjungi dealer Ford untuk semua dukungan layanan penjualan, servis, dan garansi hingga beberapa waktu ke depan tahun ini. Kami berkomitmen untuk menyediakan kesinambungan dukungan pelayanan servis dan garansi setelah kepergian kami dan akan menghubungi Anda lagi sebelum proses pergantian untuk memberitahukan mengenai pengaturan yang baru," ujar Bagus.
Pemberitahuan penghentian operasi di Indonesia oleh Ford Motor Company (Ford) kepada Ford Motor Indonesia dilakukan pagi tadi waktu Indonesia. Karyawan pun terkaget-kaget karena tidak menyangka keputusan yang dibuat Ford bakal seperti itu.
"Benar, saya sendiri baru mengetahuinya tadi pagi. Teman-teman karyawan lainnya juga terkaget karena tidak menyangka bakal seperti ini," tutur Direktur Komunikasi FMI, Lea Kartika Indra saat dihubungi, Senin (25/1/2016).
Menurut Lea, salah satu alasan yang disodorkan Ford untuk menghentikan operasi ini adalah karena Ford melihat sulit bersaing di pasar Indonesia. Tidak adanya fasilitas produksi plus kendaraan untuk bersaing di segmen utama pasar Indonesia menjadikan Ford tidak bisa bersaing secara bisnis.
"Ya memang, kalau terjadi penurunan penjualan karena memang kami juga tidak memasarkan dua model karena memang saatnya berganti. Sementara, di saat yang sama, pasar juga menurun," paparnya.
Bagi Ford, keputusan untuk berhenti operasi di Indonesia secara total pada akhir 2016 ini adalah pilihan terakhir. Sebelumnya Ford mengkaji berbagai alternatif karena ingin berkomitmen untuk memberi pelayanan di pasar global.
"Ada beberapa opsi, dan opsi terakhir (jika opsi lain tidak bisa dilakukan) adalah, melakukan restrukturisasi bisnis di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Jika dianggap tidak bisa bersaing secara efektif maka opsi terakhir ditempuh, termasuk di Indonesia," tutur Lea.
Meski begitu, Ford Indonesia tetap menjamin layanan purna jual kepada konsumen.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukan, sepanjang 2015 lalu penjualan Ford sebanyak 6.103 unit atau melorot 47,4 persen di banding tahun sebelumnya. Pada 2014, penjualan tercatat sebanyak 11.614 unit.
"Hari ini kami telah mengumumkan keputusan bisnis yang sulit untuk mundur dari seluruh operasi kami di Indonesia pada paruh kedua tahun ini. Hal ini termasuk menutup dealership Ford dan menghentikan penjualan dan impor resmi semua kendaraan Ford," ujar Managing Director PT Ford Motor Indonesia, Bagus Susanto.
"Kami ingin memastikan bahwa Anda dapat terus mengunjungi dealer Ford untuk semua dukungan layanan penjualan, servis, dan garansi hingga beberapa waktu ke depan tahun ini. Kami berkomitmen untuk menyediakan kesinambungan dukungan pelayanan servis dan garansi setelah kepergian kami dan akan menghubungi Anda lagi sebelum proses pergantian untuk memberitahukan mengenai pengaturan yang baru," tutup Bagus dalam pernyataan yang dirilis di situs perusahaan.
Di Indonesia, Ford mulai memasarkan kendaraan sejak 2002, dengan 35 orang staf yang menjual mobil lewat 44 diler franchise di seluruh Indonesia.
Ford dalam catatan detikOto tahun lalu baru meresmikan 9 diler mobil secara serempak. Jauh dari kesan auto maker yang tengah bermasalah. Apalagi tahun lalu jumlah mobil yang terjual di Indonesia sekitar 6.000 kendaraan dengan pangsa pasar 0,6 persen.
Makanya begitu bos Ford Motor Indonesia mengumumkan mundur dari Indonesia, pasti banyak Otolovers yang sedih, terutama mereka pengguna Ford.
Terus bagaimana dengan nasib karyawan Ford? Ford Indonesia saat dihubungi detikOto belum ada yang berkomentar. Namun nasib mereka bisa terlihat dari surat elektronik Presiden Asia Pasifik Ford Dave Schoch yang dikirim ke karyawan seperti dilansir Reuters.
"Sayangnya, ini berarti tim kami yang ada di Jepang dan Indonesia, tidak akan bekerja lagi untuk Ford Jepang dan Ford Indonesia menyusul penutupan ini," tulis Dave dalam surat tersebut.
Ford menyusul langkah pabrikan Amerika lainnya yakni GM yang memutuskan untuk menghentikan pabrik dan menjadi distributor saja di Indonesia. GM saat itu harus mem-PHK sekitar 500 karyawan.